HomeEDUKASIPENDIDIKANPerkuat Karakter, Siswa SMK Leonardo Klaten Digembleng Mental oleh Bebet Darmawan

Perkuat Karakter, Siswa SMK Leonardo Klaten Digembleng Mental oleh Bebet Darmawan

Published on

spot_img

Pada masanya, seingat dan setahu saya, citra anak STM itu gelap. Yang paling gelap, anak STM itu biang kericuhan. Yang lebih terang dari yang gelap, anak STM itu buangan karena tidak diterima di SMA.

STM, pada masanya, sekolah kelas dua. Itu pun di ujung bawah pilihan.

Kalau ada tawuran pelajar, tertuduhnya anak STM. Kalau ada razia pelajar yang bolos di wahana permainan, tersangkanya anak STM.

Tertib sikap dan patuh aturan bersama Bebet Darmawan. (AA Kunto A/Sinergi Indonesia)

Kini, entah mulai kapan, wajah anak STM sudah sumringah. Ketika citra sekolah vokasi di perguruan tinggi positif, citra sekolah teknisi-tukang STM turut terangkat. Bahwa selain jalur teoretik-konseptual lewat SMA, ada jalur praktik-aplikatif lewat SMK (peleburan nama STM, SMEA, SMKK, dll).

Tawurannya pindah di kepala. Bolosnya pindah di aplikasi.

Baca juga Takol, Kongres WUJA, dan Relevansi Komunitas Alumni Kolese Jesuit untuk Bangsa dan Dunia

Beda. Tawuran dan bolosnya bukan seperti dulu. Tidak berasosiasi kekerasan, tidak pula kemalasan. Lawan mereka bukan orang lain. Bukan manusia.

Lawan mereka mesin. Mesin yang dirancang manusia menjadi seperti mereka: ahli, dan mau terus belajar supaya lebih ahli.

Hening, sikap melatih kesadaran. (AA Kunto A/Sinergi Indonesia)

Mesin yang digadang-gadang menggantikan manusia: berpikir, merancang, mengeksekusi, mengevaluasi, dan terus memperbaiki.

Anak STM kini juga petarung pikiran selayaknya anak SMA. Anak STM kini juga mengincar bangku perguruan tinggi setara dengan incaran anak SMA.

Keunggulan anak STM: mata terkalibrasi, tangan terlatih, kaki teruji. Tubuh mereka tertempa “how to”, otak mereka terasah “why not”. Inovasi bukan gagasan di atas kertas melainkan eksekusi di bengkel kerja.

Mental anak STM kuat. Mereka terbiasa dengan pembadanan bahwa “pukul, banting, lempar, injak, bakar” itu mekanisme pembentukan. Bukan pembentakan.

Berdinamika bersama anak STM artinya: sanggupkah saya lebih tangguh dan trengginas dibandingkan mereka?

Baca juga Lebih Kenali Potensi Diri, Fokus pada Tujuan, dan Semangat Berprestasi: Buah AMT Bersama Coach Bebet Darmawan

Karakter Baik, Pijakan Meraih Karier

Bruder Purwanto FIC marah saat menyampaikan sambutan. Kepala SMK Leonardo Klaten ini naik pitam sungguh ketika tak ada seorang siswa pun yang mengaku ketika ditanya, “Siapa yang menambahkan kata di akhir lagu Indonesia Raya tadi?”

Dari 267 siswa-siswi tak ada satu pun yang mengaku. Mereka diam. Dan Bruder Purwanto tetap pada pendiriannya: hanya akan melanjutkan sambutan setelah ada yang mengaku. “Jujur!” pintanya.

Akhirnya memang ada yang mengaku. Seorang. Majulah siswa itu ke depan untuk menerima konsekuensi atas perbuatannya.

Rapi sejak dari pikiran sampai urusan alas kaki. (AA Kunto A/Sinergi Indonesia)

Bebet Darmawan, membuka materi rekoleksinya dengan, “Bruder Purwanto benar. Berdasarkan riset, syarat paling utama dari semua orang sukses di dunia adalah kejujuran.”

Jujur itu seperti apa? Internal, menyadari kekuatan dan kelemahan diri. Atas kekuatan, bagaimana menjadikannya semakin menonjol. Dan atas kelemahan bagaimana mengeliminasi bahkan menghilangkannya.

Secara eksternal, kejujuran adalah berani mengatakan dan menunjukkan kepada orang lain tentang diri sendiri. Jujur ini fondasi integritas: tetap melakukan kebenaran walau tak ada yang melihat.

Bebet Darmawan bersama Tim Nawayaksa Indonesia menegaskan garis itu. Bahwa karakter mesti kuat supaya pengetahuan dan keterampilan yang terlatih hanya menuju kepada kebaikan dan kebermanfaatan. Tim Nawayaksa Indonesia yang setiap tahun memfasilitasi pelatihan mind-body-soul di SMK Leonardo Klaten menunjukkan alumni sekolah ini punya keberanian di karier mereka, apakah menjadi teknisi, melanjutkan kuliah, atau wirausaha. “Bahkan ada kakak kelas kalian yang lolos menjadi anggota Pasgat, pasukan elit TNI AU,” ujar Bebet.(AA Kunto A/Sinergi Indonesia)

Latest articles

Bukan Tidak Prospektif, Ini 5 Alasan Pendiri GOTO Undur Diri

Para pendiri startup GOTO, yang terdiri dari tokoh-tokoh penting seperti William Tanuwijaya (Tokopedia), Andre...

Dengan Skema OCI, Eks-WNI di Luar Negeri Bisa Kembali Menjadi WNI dengan Satu Pengecualian

Oleh: VOA Indonesia Isu dwi-kewarganegaraan yang selalu membayangi langkah banyak diaspora Indonesia tampaknya mulai mendapat...

Berasal dari Tiongkok, Soto Berarti Jeroan Dengan Berbagai Jenis Rempah-Rempah

Oleh: Daniel Supriyono Ada yang menyebut soto, Coto ( Makassar), Tauto ( Tauto = Tauco...

Black Box Battle, Ajang Tarung Keputusan dan Kecakapan Executive Chef dan FBM Archipelago International

Oleh: AA Kunto A Anas Harsanto Executive Chef Harper Malioboro Yogyakarta. Dihadapkan pada bahan lamb...

More like this

Bukan Tidak Prospektif, Ini 5 Alasan Pendiri GOTO Undur Diri

Para pendiri startup GOTO, yang terdiri dari tokoh-tokoh penting seperti William Tanuwijaya (Tokopedia), Andre...

Dengan Skema OCI, Eks-WNI di Luar Negeri Bisa Kembali Menjadi WNI dengan Satu Pengecualian

Oleh: VOA Indonesia Isu dwi-kewarganegaraan yang selalu membayangi langkah banyak diaspora Indonesia tampaknya mulai mendapat...

Berasal dari Tiongkok, Soto Berarti Jeroan Dengan Berbagai Jenis Rempah-Rempah

Oleh: Daniel Supriyono Ada yang menyebut soto, Coto ( Makassar), Tauto ( Tauto = Tauco...