HomeLITERASIKEUANGANDuh, Saatnya Isi SPT Tahunan WP Badan Sejumlah UMKM di DIY Belum...

Duh, Saatnya Isi SPT Tahunan WP Badan Sejumlah UMKM di DIY Belum Siap Laporan Keuangan

Published on

spot_img

Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Cabang Yogyakarta dan Cabang Bantul menyelenggarakan bimbingan teknis pengisian SPT Tahunan WP Badan untuk UMKM, Selasa (23/4), menjelang batas akhir pelaporan SPT Taunan PPh Badan pada 30 April 2024. Kegiatan edukatif ini bekerja sama dengan Kantor Dinas Koperasi dan UKM Daerah Istimewa Yogyakarta didukung Kantor Pelayanan Pajak Pratama Yogyakarta.

Ketua IKPI Cabang Yogyakarta Albertus Magnus Santosa dan Ketua IKPI Cabang Bantul Maryanto menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen IKPI untuk mengedukasi dan membimbing wajib UMKM dalam melaporkan perpajakannya. “Sebagai konsultan pajak profesional dan mitra kerja Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan RI, IKPI berkomitmen turut mengupayakan bagaimana UMKM naik kelas,” tukas keduanya.

Baca juga Nggak Jadi “Cunthel”, Pengalaman Pengusaha Komputer di Jogja Didampingi Mengisi SPT Tahunan PPh Badan

Mereka mengapresiasi Kantor Dinas Koperasi dan UKM DIY yang sudah menyiapkan UMKM untuk dibimbing. Mereka juga berterima kasih pada KPP Pratama Yogyakarta yang mengutus petugasnya untuk hadir menjawab kebutuhan peserta dalam pengisian SPT Tahunan Badan.

Dalam catatan Sinergi Indonesia, bimtek kali ini diikuti 17 UMKM dari 37 yang mendaftar. Dari yang ikut saja, hanya satu UMKM yang siap didampingi hingga membuat SPT Tahunan. Selebihnya belum siap. Bahkan, laporan keuangan saja mereka belum siap.

Konsultan pajak Trijoko dampingi UMKM lengkapi persyaratan pelaporan pajak. (AA Kunto A/Sinergi Indonesia)

Bukan hanya belum siap. Pemilik UMKM yang ikut bimtek kali ini kebanyakan belum tahu bagaimana membuat laporan keuangan. Pencatatan keuangan mereka pun sangat sederhana, yakni sebatas arus kas masuk dan keluar.

Padahal, dalam undangan bimtek sudah disebutkan persyaratan apa saja yang harus disiapkan dan dibawa peserta, yakni: daftar omzet per bulan, laporan keuangan, daftar harta akhir tahun, daftar susunan pengurus usaha/pemegang saham, bukti penyetoran PPh UMKM final, dan informasi akses ke djponline.pajak.go.id.

“Hanya satu yang siap mengisi SPT Tahunan. Itu pun nihil,” ujar Sinta, konsultan pajak IKPI. Dijelaskannya, UMKM yang didampinginya baru berdiri 2022. SPT Tahunan 2023 ini baru laporan pajak pertama yang dibuat. Disebutnya, UMKM lain yang masih baru.

Sejumlah pengurus IKPI Yogyakarta & Bantul dan UMKM peserta bimtek. (AA Kunto A/Sinergi Indonesia)

Hal seperti ini memang jamak dijumpai pada UMKM, lebih-lebih yang baru. Berbeda dengan perusahaan swasta, meskipun kecil namun kesadaran mereka akan laporan keuangan hingga pelaporan pajak sudah ada. Sedangkan UMKM tidak demikian. Banyak pelaku UMKM tidak membukukan keuangannya dengan baik.

Baca juga Demi Kepastian Hukum Bagi Wajib Pajak, Selain Hukum Material, Alessandro Rey: Konsultan Pajak Wajib Kuasai Hukum Formal

“Untuk naik kelas, UMKM memang perlu pendampingan. Termasuk bimtek pengisian SPT Tahunan Pajak Badan seperti ini,” ujar dua pengurus IKPI Cabang Yogyakarta, Lukas Mulyono dan Prihargo Wahyandono. Sejak tahun lalu, keduanya sudah mewanti-wanti, menjadi UMKM naik kelas tidak mudah. Lebih-lebih dengan diberlakukan UU Nomor 11/2020 tentang Cipta Kerja, usaha disebut UMKM harus beromzet lebih dari lima miliar rupiah setahun, tidak lagi Rp300 juta seperti diatur UU Nomor 20/2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.

Mereka juga menekankan kembali, usaha disebut UMKM apabila memiliki peredaran usaha atau omset per tahun sebesar di bawah 4,8 M. Tarif yang dikenakan 0,5% dari omset tersebut.

Namun, Prihargo Wahyandono mengingatkan, “Skema penghitungan seperti itu hanya diperbolehkan selama 3 tahun sejak berdirinya untuk PT, 4 tahun untuk perseroan komanditer. Itu pun jika dalam tahun pajak tersebut omsetnya belum melebihi itu. Jika sudah pernah tercapai skema itu menjadi tidak berlaku. Dan akan diberlakukan tarif umum pajak penghasilan yang dihitung dari laba perusahaan. Oleh karena dihitung dari laba, maka UMKM harus siap membuat pernyataan laporan keuangan.”(AA Kunto A/Sinergi Indonesia)

 

Latest articles

Bukan Tidak Prospektif, Ini 5 Alasan Pendiri GOTO Undur Diri

Para pendiri startup GOTO, yang terdiri dari tokoh-tokoh penting seperti William Tanuwijaya (Tokopedia), Andre...

Dengan Skema OCI, Eks-WNI di Luar Negeri Bisa Kembali Menjadi WNI dengan Satu Pengecualian

Oleh: VOA Indonesia Isu dwi-kewarganegaraan yang selalu membayangi langkah banyak diaspora Indonesia tampaknya mulai mendapat...

Berasal dari Tiongkok, Soto Berarti Jeroan Dengan Berbagai Jenis Rempah-Rempah

Oleh: Daniel Supriyono Ada yang menyebut soto, Coto ( Makassar), Tauto ( Tauto = Tauco...

Black Box Battle, Ajang Tarung Keputusan dan Kecakapan Executive Chef dan FBM Archipelago International

Oleh: AA Kunto A Anas Harsanto Executive Chef Harper Malioboro Yogyakarta. Dihadapkan pada bahan lamb...

More like this

Bukan Tidak Prospektif, Ini 5 Alasan Pendiri GOTO Undur Diri

Para pendiri startup GOTO, yang terdiri dari tokoh-tokoh penting seperti William Tanuwijaya (Tokopedia), Andre...

Dengan Skema OCI, Eks-WNI di Luar Negeri Bisa Kembali Menjadi WNI dengan Satu Pengecualian

Oleh: VOA Indonesia Isu dwi-kewarganegaraan yang selalu membayangi langkah banyak diaspora Indonesia tampaknya mulai mendapat...

Berasal dari Tiongkok, Soto Berarti Jeroan Dengan Berbagai Jenis Rempah-Rempah

Oleh: Daniel Supriyono Ada yang menyebut soto, Coto ( Makassar), Tauto ( Tauto = Tauco...